FAM Indonesia ( Forum Aktif Menulis Indonesia )

FAM Indonesia ( Forum Aktif Menulis Indonesia )
Langkah Menjadi Penulis Profesional.

Sabtu, 01 Juni 2013

Puisi Karya Azwar Hadi Putra Pirakunu

Suara Merpati

Maafkan jika secarik kertas putih tak berpesan sampai ke jendela rumah mu 
Bukan salah burung itu 
jangan mengutuk hembusan angin 

Salahkan aku 
Karna aku adalah jawaban dari tiap tanda Tanya yang akan terlontar dari mulut dan isi kepala
dan bagaimana kepengecutan membuat kelu lidah

Namun aku tlah mengajajari merpati itu bicara
Biar Ia bercerita kepada semesta tentang rasa
yang mengenalkan ku pada rindu pada cemburu 
pada sakit yang aku berinama cinta

Biar Ia bernyanyi menyenandukan syair romansa
Di iringi mega orkestra seribu malaikat 
Mengamini suara deguban dalam hati 
Aku mengatakan cinta dengan suara merpati.











Puisi Karya Yani Suprayugo

Cinta Jati Diri

Kumaki diriku sendiri yang kian tak terkendali
Mencari-cari arti hidup ini,terkadang sulit dimengerti
Kuingkari pola pikirku yang sering dilingkupi iri hati
Kunikmati hari dengan melawan sepi dan benci
Matahari, bulan dan bintang ingin membawaku kembali
Namun aku tak peduli,memang hidup harus begini
Menjadi diri sendiri

Puisi Karya Resty Destariza

Untukmu Ayah…. (yang telah tiada)


Kini aku telah dewasa. Kini aku melangkah melaju mengejar mimpi dan ketenangan. Memburu jauh lebih cepat dengan laju langkahku mengarungi kisah. Membentangkan alur keabadian di sela-sela ceritaku. Tak lain peranmulah yang bersembunyi yang menjadikan malam-malam kehidupan benar-benar sempurna. Sungguh kau luar biasa.

Cinta dan rasa sayangku yang bersolek untukmu, akan selalu berkibar bagai bendera pejuang. Mengepal kuat dan menyebarkan kasihnya dalam segala peristiwa. Waktulah yang membuatmu untuk terlelap selamanya dalam tidurmu. Setelah semalaman kita bercengkrama riang. Kepergianmu merentaskan wajah tirusku untuk selalu tegar menghadapi kesulitan hidup.

Di hari yang mana kita bisa bercengkrama lagi Ayah?
Dan hati yang tak bertenaga ini berjalan, Menepi namun tak menepi. Berlayar namun tak berlayar. Berjalan kaku, dengan iramanya sendiri. Namun cintaku akan selalu mendendangkan lagunya untukmu. Akan terus terjaga di balik musim.



Wahai kau yang kurindu. Gemuruh keresahan ini tiada pernah bersembunyi di balik bilik-biliknya. Meski waktu tak berbicara banyak tentang seluruh hatiku, tapi celotehku akan terus berucap, aku selalu mencintaimu Ayah.

Puisi Karya Nur Hayati

Untukmu Guruku

Tiada penyair yang mampu sastrakan ketulusanmu
Tiada seniman yang mampu lukiskan pengabdianmu
Tiada lidah yang mampu uraikan keikhlasanmu
Karena bagiku,
Kau sastra terindah yang hadir dalam alur sajak ku
Kau lukisan termahal yang pernah hidupkan imajinasi ku
Dan engkau pula lidah penerang dalam tiap tutur kata ku
Kau kenalkan setetes ilmu masa depanku
Kau berikan sebait pituduh peneranganku
Kau sematkan selarik cinta untuk mendidikku,dan
Kau uraikan sepenggal pengalaman untuk wawasanku
Tiada kata jenuh kau mengajariku
Di antara detik demi detik poros waktu
Di antara keluh kesah menghampiri raut wajahmu,dan
Di antara celah-celah batin semangatku
Terima kasih untukmu guruku.

Puisi Karya Luqman Taufiq Hidayah

Dirimu Sangatlah Berarti

Dalam redam remuk menggelora
Menjalar bak akar yang kuat
Jiwa ini semakin kokoh
Bahkan tak akan tergoyahkan

Nafas nan semakin membara
Bersama tiupan awan yang menjelma
Berpacu dalam kasih dan cinta suci
Membekas meninggalkan angan dan kerinduan dihati

Terbang bagai permadani angin
Menembus awan menerjang sepi
Tawa yang seakan membahana setiap hari
Senyuman ini sungguh sangat aku nanti

Hanya harapan dan doa yang selalu aku haturkan
Bersama cinta kasih ini aku berikan
Semoga tuhan selalu mempertemukan
Dua insan yang tak pernah terpisahkan


Puisi Karya Jelita Puspita Sari

Aku Ingin Pulang

Pelangi??
Apakah masih ada pelangi dalam hidupku?
Ini pertanyaan bodoh!
Ini pertanyaan yang meragukan kehebatan Tuhan
            Tuhannn, aku lemah…
            Aku tak mampu melewati ini semua
            Daging dan hatiku lenyap tanpa sisa
Tuhan, kapan aku ke surga bersamaMu
Kapan Tuhan aku merasakan tempat yang kekal itu?
            Aku ingin pulang ke rumahMu Tuhan





                              : 

Puisi Karya Kholifaturokhma

Pujangga Biru

Dalam rekahan senyummu mengarungi hati,
kugoreskan cinta kasih teruntukmu pujanggaku.
Pun bayangmu selalu mencumbu dalam rindu.
Mengabadikan kenangan yang telah kau rangkum bersama,
kala kuukir kisah lembah asmara yang kubangun.

Kini,
Dunia tak lagi sanggup berkelana jauh.
Laut badai tak jua mampu menelan layar cintamu.
Awan kelut pun tak sanggup meredam rindumu.
Karena aku tak ingin kau terlena sesaat.

Sejak Tuhan pahatkan rajutan kisah terdalam,
dengan nada cinta tertinggi yang melingkari suratan hidup,
antara aku dan dirimu.
Sunguh aku mencintaimu, duhai pujangga biru.


Purnama Abadi

Kasih mencumbu syahdu dalam pikir
Masih tentangmu hey pujangga
Kala kulelap dalam pangkuanmu
Dan hati tetap merasa detak cintamu

Pun sang waktu terus mengitari
Menemani jejak sayangmu
Duhai kasih yang tak lelap ditelan masa
Kasih abadi tak berpisah jarak

Tak menyangka tak menerpa
Pujangga kembali memeluk
Dalam bahagia merajut damba
Menumbuh cinta kasih
Takkan terdampar sia dalam diam
Menyatu jua membalut kisah
Kau aku tetap padu dalam asmara purnama


Wonosobo, Maret 2013