FAM Indonesia ( Forum Aktif Menulis Indonesia )

FAM Indonesia ( Forum Aktif Menulis Indonesia )
Langkah Menjadi Penulis Profesional.

Rabu, 29 Mei 2013

Puisi Karya Abd. Kadir

Puisi 1

Rohimah


Kemarin, kulihat seberkas pelangi
terpancar indah dan menawan
Kala kelopak telah meneteskan kristal
sebab cinta lama yang curang

Sorotnya teduh membuat hati damai
membuat lupa segala kekecewaan
kelam kembali berwarna
oleh sorot mata seberkas pelangi

Seberkas pelangi akan tetap memancar
dari sang bidadari penebar kedamaian
dari hati ia mencinta
akan berkembang di dalam hati

Duhai, gadis desa pemilik seberkas pelangi
seberkas pelangi akan terus memancar!
dari sorot matamu di seberang sana
tunggu aku datang menjemputmu di tanah Sumatera.
***

Puisi 2

Daeng . . .


Seperti malam sebelumnya, semenjak kepergian ta’
Alunan kata ini, tetap setiaku senandungkan
karena di sini, daeng . . .
adek bisa merasakan, daeng masih ada di sampingku

Setahun yang silam, masih terasa bagaikan kemarin
ketika daeng datang menemui emak
Maksud hati, menyatukan dua kepingan hati
dalam bingkai sederhana, cinta yang tak mewah

Kemarin, kepedihan itu datang
menggores luka, membuatku terkapar dalam kenangan ta’
Akh . . . setahun yang singkat
untuk bisa mendalami arti cinta-mencintai

Alunan kata ini, masih kusenandungkan
seperti setahun yang lalu
karena aku yakin, daeng  tidak meninggalkanku
masih di sini, mengiringiku bersenandung, meskipun dari dunia yang beda.

***

Puisi Karya Pirman Jauhari Fasyah

  • Cinta Tetap Tercipta

    Walau jiwamu telah pergi
    namun hatimu tetap di sini
    menemaniku di sisi
    dalam sunyi dan sepi

    Andai waktu dapat kuputar kembali
    kuingin kita selalu bersama
    akan kupeluk dirimu di sisi
    agar kau tak pergi untuk selamanya

    Walau jiwamu telah tiada
    namun, senyummu tetap ada
    Walau dirimu telah di singgasana
    namun, cintaku tetap tercipta

    Hanya untukmu
    Hanya untuk kekasih terakhirku.

Selasa, 28 Mei 2013

Puisi Karya Shinta Agustina


Kepergianmu

Awan hitam kelam
langit terdiam cekam
jantung berdetak kencang
aku terpaku sendiri dan diam

Semilir angin yang begitu kencang
terdengar suara ambulan yang begitu menyedihkan
air mataku jatuh berlinang
mendengar kabar yang begitu mengejutkan

Kutak pernah menyangkah
seakan tak percaya
melihat sahabatku telah tiada

Matamu tertutup tak berkedip
kau terdiam kaku tak berdaya
kenaapa kau pergi?
Aku tak bisa hidup tanpamu

Aku menyayangimu
aku merindukanmu
tak kan pernah kulupakan semua kenangan bersama mu

Selamat jalan sahabatku
semoga Tuhan menerima semua amalmu.

Puisi Karya Hajirratul Qud Siyah


Negaraku Tercinta

Sebuah negara di antara garis katulistiwa
sebuah negara yang dikatakan tanah surga
dialah Indonesia

Sebuah negara yang kucinta
Pancasila sebagai landasan hidup bernegara
butiran-butiran sila yang menjunjung tinggi harkat dan martabat bernegara
Bhinneka tunggal ika semboyan kita
walau berbeda ras, budaya dan agama kita tetap sama
Kini kumenatap atas jiwaku
menatap atas apa yang sudah kuberikan kepada negaraku
Kuharus berusaha dengan keikhlasan jiwa
membangun masa depan cerah untuk negaraku Indonesia
Aku ingin hidup di tanah ini
dan aku mati di tanah ini
Sekarang aku memijakkan kaki di tanah tercinta
di negaraku Indonesia.

Puisi Karya Dhentya Septa Herawanti


Janji Suci

Berbunga
itu yang kurasa
menjalin kasih dengan orang tercinta
sungguh ku tak menyangka
kau kan mengucap janji suci kita
            

Burung-burung berkicau ria
rumput-rumput ikut bergoyang
debur ombak bertegur sapa
seolah ikut merasa bahagia

Waktu demi waktu telah kita lewati
segala rintangan telah kita hadapi
tibalah waktunya kini
cinta kita terikat sampai mati
           
Terima kasih cinta
atas keseriusan yang kau berikan
kuberjanji kan setia
setia hingga akhir kumenutup mata.


Senin, 27 Mei 2013

Puisi Karya Askar Marlindo


Seuntai Cinta Buat Kekasih

Semilir angin hangat menyentuh tubuhku
Bagaikan disentuh buluh buluh perindu
Semilir yang selalu datang dan datang lagi
Menyapa seluruh wajah dan daun daun disekitar rumahku
Tertegun aku diantara semilir angin
Yang berhembus diantara baju dan kain kain

Duhai Kekasih hati
Hadirmu membuat hatiku semakin berseri
Duhai kekasih hati
Hadirmu selalu suci
Hadirmu senantiasa selalu berarti
Karena engkau adalah anugerah Ilahi

Duhai kekasih
Teruslah mengisi setiap hari hariku ini
Agar aku tak kedinginan lagi.
Wajahmu mengakar di serat hati
Seperti bunga bunga yang tumbuh di jerami
Wajah wangi penuh dengan cahaya ilahi
Membawa syair syair bernada sunyi
Duduk bersimpuh menuliskan bait bait puisi
Serasa hidup didalam surgawi.

Puisi Karya Mar’atul Hanifah


Bintang Malam ( satu )


Dinginnya malam semakin mencekam
seakan mengajakku
untuk tetap memandangnya
hingga subuh menjelang


Kutatap gemerlapnya bintang
di awal malam hingga kelam
aku telah terhipnotis
dalam keindahan dunia malam

Kutahan kaki untuk melangkah
dan masih terus berharap
menanti bintang kecil menyapa
dengan cahayanya yang kerlap

Kubuang segala nafsu
di akhir malam hingga subuh datang
demi bintang yang kan pergi
untuk tinggalkan malam hari.


Bintang Malam ( dua )

Bila bintang tak lagi penuhi datangnya malam
mungkin bulan kan kesepian meraihnya
Bila kau tak mampu penuhi datangnya cinta
mungkin aku kan kesepian menggapainya

Rayuan bintang pecahkan sunyinya malam
membawa bulan kembali bersenandung
Rayuanmu tuk pecahkan sunyinya cinta
membawa aku kembali mendayung

Hentakan langkah sang bintang
membuat malam makin mencekam oleh hujan
tapi hentakan langkah sang kekasih Tuhan
telah membuatku merasa
bahwa aku tak sendirian.